harmony

harmony

Jumat, 02 April 2010

komitmen

hanya sebuah malam
malam yang biasa
ketika setiap orang mengambil jeda
bukan langkah mundur
hanya jeda

hanya sebuah ketika
hati tertanam begitu dalam
tertaut tak lepas
bukan langkah pendek
hanya janji yang mengikat

pati, 2 april 2010

rapuh

patahkan aku sebuah ranting ya..
agar kunyalakan segenggam bara
dengan lelawanya yang beterbangan
hingga kita bisa melupakan dingin yang membekukan
pandangan kita satu sama lain

bawakan aku segenggam embun ya..
untuk kuseduhkan secangkir kopimu
dengan sesendok teh ketulusan
hingga kita bisa mencairkan kekakuan
dekapan kita dengan sebuah pelukan rindu

tekukkan aku sehembusan angin ya..
hingga mampu memutar baling baling kertas
serapuh usapan penuh asa dipunuk ku
aku mau wasangka itu pergi
menyisakan tirai tipis yang mampu tersibak

hingga yang tertinggal hanya kau dan aku

maafkan aku dengan pintaku
karena kau lelakiku...

pati, 1 april 2010

elegy sunyi

seorang lelaki menyerah dengan tragis
terkapar dalam kesunyian menyambut kematiannya
lalat dan belatung yang menyambanginya
memberi kabar angin pada sang manusia dan mengusiknya
bukan nurani hanya kesadaran setengah manusianya
yang tergopoh datang dengan membawa 7 topeng dalam sakunya
topeng kasihan, topeng kepedulian, topeng iba, topeng menyesal
dan beberapa topeng lain yang bisa disetel sesuai kebutuhan
sang manusia membawa sang lelaki yang menyerah
ke tempat peraduannya yang terakhir
di sebuah pemakaman senyap terbengkalai tak terlihat dari jalan
dengan sebuah nisan yang tertoreh:
di sini bersemayam dia yang tak dikenal
berawal dalam tangis berakhir dalam sunyi

pati, 2 april 2010

Kamis, 01 April 2010

penat

malam ternyata setia menemaniku sampai titik lelahku
hanya saja penat di kepalaku memaksaku bercengkarama dengannya
sekujur tubuhku kurasa bagai kelambi yang kelambur
carut marut, kumal, kisut dan lisut
atau sebutlah sederetan kata lain yang mampu
mengkiaskan betapa letihnya aku

namun malampun sepertinya kelabakan mencari rehat
karena telah kudengar dengkur senyapnya
angin pun entah dimana
membelai sehelai rambutkupun tidak
ah petang sepertinya telah lalai
menyelaraskan simfoni suara malam

ayolah mari berkompromi sejenak dengan kantuk
kelakar kepenatan yang kian lasat ini membuatku muak
biarlah kita sisakan saja sedikit bualmu itu
siapa tau aku masih milikmu besok

pati, 1 april 2010

maaf, aku tetap ada walau kau pejamkan mata

duduk sajalah kau disitu..tak apa
akan kutarikan sebuah tarian yang tak kan kau pahami
geliatnya membuatmu bingung bahkan jijik
karena setiap peluh yang mengalir dijidatku akan mencorengmu
tepat dikulit yang membungkus dadamu tanpa hati

pandangi saja aku dari situ..itu tak mengapa
akan kunyanyikan sebuah nyanyian yang mengganggumu
setiap nadanya membuatmu menghayalkan jeda
karena setiap liur yang tertelan akan membuatmu memalingkan wajah
tepat dikulit yang membungkus bibir tanpa senyum

ah kau mau tersenyum juga disitu..tak masalah
karena aku akan menuliskan rangkaian kata yang mengusikmu
setiap komanya membuatmu berfikir aku mabuk dan terobsesi
karena setiap goresan yang kubuat akan membuatmu melihat aku
tepat dimatamu yang tak pernah melihat jika aku ada

aku ada..walau tak sama denganmu
dan kau tak bisa mengutukku dihari jadiku
karena kau akan mengutuk hari dimana kau ada didalamnya

pati, 1 april 2010

hitung saja setiap detiknya

satu demi satu lewat di mukamu
hingga kau terhenyak pada satu titik
telah sejauh inikah?
apa yang telah kulakukan
apa yang hendak kulakukan
apa yang ingin kulakukan?
satu satu masa lalu di mukamu
tanpa disadari
kemudian yang tersadari hanyalah waktu yang tersisa
kuharap belum terlambat...

pati 1 april 2010

jika saja pinggangku tak sakit

jika persetujuan dengan waktu harus seperti ini
jika kau menua maka kita tunduk pada gravitasi
jika usiamu bertambah maka bersahabatlah dengan kelemahan
jika kau tak lagi bugar sapalah nyeri disekujur tubuhmu
jika helai ubanmu sudah tak terhitung hitunglah setiap gigi yang tanggal
sepertinya aku akan memilih jika..

pati, 1 april 2010