harmony

harmony

Kamis, 01 Juli 2010

kekasihku belajar bermetafora


" ah kekasihku......
betapa cantiknya dirimu hari ini
dengan bintil ranum di ujung kelopak matamu
bagai kelapa matang siap dituai
dibelah dan dikerok...."

senyumku mengembang bagai cangkir sumbing
'mengapa tak kau minum sekalian cairannya
bukankah itu penambah ion?'

(ah sayangku, kita berhasil
memetaforakan...jorok!!)

pati, 17 mei 2010

b.e.l.a.l.a.n.g.


ssstt...diamlah sayang,
hidup ini telah begitu rumit
tanpa harus kau suruh
aku

menghilir...
memuara...
bahkan menguap!

sekedar mencari arti kata kata
yang meluncur menjadi kalimat kalimat
berkelok kelok diantara hati yang sungsang
bertumbukan di udara menjadi gelegar

uuugh, hari telah terang
tanpa aba-aba

(diujung sana kauberbisik keras keras
ada apakah dengan dirimu?
pikiranmu melompat lompat bagai belalang)

pati 16 mei 2010

yang tertinggal


bagaimana ku tahu kau ada?
jejakmu lenyap di angan dan nalar
meresap dalam retakan abstrak
menyisakan malam yang tak hendak ku buru

karena bayangmu tertinggal
aku harus mencarimu
: kau tak kan utuh tanpa bayangmu

dimana harus kuletakan larik ini?
alurnya membelah pengertian dan ketaktahuan
mengerdilkan kegirangan kijang muda
membekukannya pada pigura waktu

karena baumu tertinggal
aku harus memburumu
: kau bukan kau tanpa baumu

bagaimana aku menjelaskan pagi?
pada semua yang kupercayai
maafku ku semaikan
aku surut seratus tahun ke belakang

karena rindumu kau tinggalkan
aku luruh mengharu biru

pati, 15 mei 2010

tiket


perlahan namun pasti senyum itu memudar dari wajah pagi
maafkan naif dan bodohku
untuk memahami riakmu
ugh, kadang lebih menyenangkan melepasnya pergi
dan menyaksikan dari tepiannya pertunjukan yang berlangsung

bisakah kutarik kembali layarmu
ketika angin buritan menghanyutkan mimpiku
dan membenturkannya pada karang
yeah..aku hanya ingin membuatnya berhenti

pagi,.. ini aku
mari kita angkat sauh

pati, 14 mei 2010

(terinspirasi ditengah dentuman 'the show' nya lenka di telinga dan kepalaku)

fajar


kusematkan kata kata pada daun daun gugur
biarlah mereka melapuk kembali ke abu
disitu mereka akan menemukan maknanya
namun seonggok jiwa yang rapuh
berharap pada mentari yang selintas terlihat
diantara jalinan dahan mengkungkung

dan satu satu cadar daun terkuak
merangkai sekeping pemahaman

kuterjemahkan diantara kulit batang yang mengelupas
: biarkan saja mengembang dalam fajar

pati, 13 mei 2010

pagar yang setengah terbuka


pagi yang kutinggalkan
menggalaukan cucian kotor
piring yang tertinggal seketika
pagar setengah terbuka
dan kau

bip bop bip bop
pesan masuk : kau ditunggu
siang tak kan mengerti resahmu

oalah...wahai ulat ulat jambu
gulungan kepompongmu mengejekku
baiklah, bisakah kutitip saja sisa hari ini padamu
atau kau mau larungkan resahku?
ambillah selamanya kalau begitu

pati, 12 mei 2010

bunga tebu



aku hanyalah bunga bunga tebu
dalam hamparan luas dan kau tak bisa membedakan aku

tarian angin membisikan irama
lagu lagu tua yang tersimpan disudut rak
melapuk bersama hati yang pernah memerah
dalam sebuah hari yang terangkum dalam album

angin kembali lalu bersama hari yang bisu
gigil dalam terik sekacau igauan kenari
yang tak pernah menyangka rindu menyembilu
dan menjeritkannya pada lembah lembah yang menyimpan luka

aku hanyalah bunga bunga tebu
rapuh dalam tantangan angin dan matahari

pati, 11 mei 2010