harmony

harmony

Senin, 05 Juli 2010

sumir


aku bagai baling baling kertas
yang berpusing dalam sekali dorong
barat timur laut darat
entah kesekian atau kese-entah kuputari
karena waktu telah begitu sumir

aku hanya tau akhirnya
berhenti tepat di depanmu

pati, 24 mei 2010

brie


aku bertemu brie...
di penghujung hari yang tak kan pernah ku lupa

brie...selalu brie, dan tetap brie yang ku kenal
senyumnya yang membuat teduh
atau telengan kepalanya ketika aku berbicara
seakan akan seluruh waktunya tersedia buatku

brie..di ujung hari itu
duduk di sampingku dalam pusaran cerita lama
aku tersentuh melihatnya
terseret dalam alunan bicara seorang brie...

kekasihku bukan lah matahari katanya
tapi dia setia melindungiku dari matahari yang menyengat
dia bukan embun pagi
namun dia senantiasa melindungiku dari basah dan dinginnya
dia bukanlah bunga
tetapi ada satu hari dalam setiap tahun
sekuntum bunga ditaruhnya di bantalku
dia bukanlah awan
namun bersamamanya aku selalu teduh

aku memandang brie, dan bertanya
'dimanakah dia brie..?'
brie menatapku dengan senyumnya,
kekasihku bukan malaikat
namun dia mendahuluiku pergi ke langit
dan menungguku disana hingga ketika tiba waktuku
aku tak takut

aku terpana melihat brie...

pati, 23 mei 2010

aku melihatmu, sungguh


pada sebuah pagi
aku bertanya padamu
"apakah mentari...?"

dan kata kata itu meluncur dari bibirmu sambung menyambung
partikel, atom, hidrogen, oksigen, nitrogen, helium, planet,
si pluto yang tak jadi, halley, sentrafugal,debu kosmik,gerhana,
einstein, kau bilang einstein?, tumbukan gravitasi, meteor banyuwangi,
acara nonton kita yang harus berjuang mati matian mencari tiketnya
kau ingat pula

diantara titik komamu
aku sungguh melihatmu, sayangku

hanya saja sebetulnya bukan itu yang kutanya
pada sebuah pagi itu
aku hendak bertanya
"apakah mentari akan setia pada bumi?"
: karena kau mentariku

pati, 21 mei 2010

Kamis, 01 Juli 2010

bagaimana bisa?

dimanakah kau..?
ah sepertinya langit mencurimu
tapi masakah dia tetap biru
andai dia menyembunyikanmu ?

ataukah lautan yang menelanmu?
tapi bagaimana bisa
jika ombak dan buihnya tak pernah pergi
hanya datang dan selalu menepi ?

apakah belantara itu yang menenggelamkanmu
namun bagaimana bisa jika mereka sedang berlomba mencari mentari
dengan sulur sulur yang saling membelit ?
tak cukup celah buatmu

ah ...jadi dimanakah kau ?
barangkali aku harus mencarinya pada senyap
ya..pastilah dia yang menyembunyikanmu
karena kalian berdua begitu mirip
senyap...

pati, 21 mei 2010

bukan ungu yang kutunggu


pada ujung langit
tempat kunang kunang terbang
lembayung mewarnai senja
sekawanan burung berformasi
terbang rendah dan hinggap
pada untaian kabel kabel listrik
yang mencarut marut sang jingga

suatu saat nanti...
ketika matahari menyemburkan debu
lembayung itu tak kan lagi menjingga
namun ungu...ungu...dan pekat
sesaat sebelum tiada lagi hidup
...mati...dan senyap

pati, 20 mei 2010

seribu pagi


di pantai pagi aku berdiri bersamamu
gaung tanyamu masih menjadi tabir
namun pasang telah berlalu bukan
karena ada degub di matamu
: yang kutau itu buatku

nasi putih, kering tempe dalam nampan plastik
susu dalam mug tak bertutup
asap asapnya bergulung
kuharap mampu menggelitikmu
: yang kutau itu buatmu

namun ada hal hal yang kita tak tau,
ada hari hilang ketika dengan luka aku menorehmu
ada hari hilang ketika kau kira aku menorehkan luka

dan kuharap kita tau ini
: ada beribu hari tak bertabir
kau dan aku didalamnya, selalu

pati, 19 mei 2010

bangun


aku mendengar suara pagi
menyeruak menerobos diundang ataupun tidak
aku sambut dia, sementara
malam masih enggan beranjak dari sudut mataku
diantara hamburan jeritan beker yang protes

dengungan lirih lemari es
ketukan berirama ekor cicak
siulan ketel berkacak pinggang
dan dentuman detik jam : bangun ..tidak..bangun..tidak
betapa familier

aku mendengar suara pagi
"tidakkah kau telah kenyang mengunyah mimpi?
ini aku...pagimu
dan kau tak bisa memutari aku..."

pati, 18 mei 2010