harmony

harmony

Rabu, 08 September 2010

kepada paitua ~2~

dan kartu pos ini bergambar kosong
taukah kau paitua,
ada yang bingung membacanya
ada yang terpingkal
ada yang mengartikan dengan khusuk
padahal kita cuma tak berbincang
dengan pesan : hati kita tetap putih

pati, 22 agustus 2010

kepada paitua ~1~

,,paitua...

jadi inilah kita

dua titik yang tergambar di peta

diantara lambang laut, gunung, daratan

tapi kupikir rentang kita hanyalah

selembar kertas kosong

puisi setengah jadi

sebuah kartu pos berlanskap hatiku



pati, 22 agustus 2010

/4/

ketika kau pergi

menuju terbenamnya matahari

kugambar dalam lukisan benakku

beribu puncak, berlaksa batas cakrawala

hingga kau lihat

didalamku matahari juga terbenam



pati, 20 agustus 2010

/3/

dan seperti yang sudahsudah kita memperbincangkan puisi

puisipuisi yang tak habishabis berbicara tentang kita

'puisi terakhir yang dia kirim menusukku' katamu

hmmm, aku hanya menggangguk

membayangkan bangkai puisi yang ditinggalkan begitu saja

tertikam komen paling kejam dan paling puisi



pati, 20 agustus 2010

/2/

ketika pagi datang tanpa malumalu

kusambut ia dalam damai

'silakan masuk,

kemana saja kau kemarin?

bisakah kau antar aku

menjemput malam saudara jauhmu

dengan demikian

kau bisa bertandang kembali lebih cepat'



pati, 21 agustus 2010

/1/

andai aku bisa berkata

'aku pergi untuk kembali'

tapi kau dan aku tau

aku bukan ombak

hanya kunangkunang semusim

hinggap di kotamu



pati, 20 agustus 2010

no katalognya sudah kau simpan?

pedih sungguh,

cerita yang kau sampirkan di kupingku

tetapi aku harus menaruhnya

karena hendak kusampirkan kacamata

dikupingku sebelum ia lelah

tak usah khawatir

ceritamu kutaruh di hatiku serupa rakrak

hanya...

tolong jangan hilang katalognya



pati, 20 agustus 2010