harmony

harmony

Rabu, 19 Januari 2011

suatu hari menjelang natal

cahaya lampu pohon natal
memantul berkilau di sepanjang etalase
jatuh berderai di gelap trotoar
anak anak sibuk memungutnya ganti kunang kunang yang lupa musim hujan

bandung, 21 desember 2010

nyanyian kekasih

tolong simpankan jejakku
di kelok sunyimu yang bersahaja
panggilah namaku laksana kekasih
serupa wulung di tepian situ bentangmu
menyerukan nama kekasihnya, angin

banjar, 21 desember 2010

di jembatan kota

sekelompok daun kering menggelepar
pasrah menahan tamparan angin
ringkih , layu, gamang
mengapa mengingatkanku padamu Nuk?

jogja, 19 desember 2010

nyanyian pulang

aku kembali gagal mengartikan kata pulang, maka aku meneruskan perjalanan pada kota yang setia memberiku cerita, cerita yang kuturunkan pada telinga yang hendak mendengar, barangkali kelak ketika aku harus berhenti, ada cerita tentang pulang sesaat ketika jalanku pergi berakhir

ada sesuatu yang akan selalu terdengar sama, jalan yang senantiasa terajah kelokan dan persimpangan, hujan yang menggenang entah tercurah atau tidak, dan kau yang kucari pada arahku, pulang

jogja, 19 desember 2010

hujan lupa menandai

ya, sepertinya hujan lupa menandai tempatnya jatuh

lalu kita

entah atas perintah siapa

sibuk menggantinya dengan air mata

sedang awan tak pernah kita gembalakan bukan?



pati, 15 desember 2010

buatmu : kunanti

menanti, seperti tibatiba kau harus membuka pintu

lalu kau mencari anak kunci yang entah dimana

lalu kau mencoba satusatu deretan anak kunci

lalu tibatiba pintu memilih untuk sulit dibuka

gelisah, tersendat sendat

pertemuan, aku takut terasa sekejap

seperti pintu yang harus segera ditutup

dibelakangmu

dimuka angin yang menderu memaksa masuk

dan ketika matamu mengerjap

kau kembali, menanti



pati, 15 desember 2010

cerita buat nunuk

dia yang kau lihat di cermin
pagi ini
mengaramkan waktu di benaknya
angin bergelora di mata
badai menetap di wajahnya
lalu petir sambar menyambar pecah di kedua bibirnya
kau kenalikah dia?
ya satu satu lampu padam di jiwanya
(nuk, lepaskan tambatan sekocimu
mercusuar takkan menghempasmu pada karang)

pati, 14 desember 2010