harmony

harmony

Rabu, 23 Februari 2011

senjalah senja

Ah, ternyata kita memang penjudi kata ulung, kita lempar tanya lalu bertaruh pada jawaban, kita susun kata berandai tanggapan, alangkah bahagianya kata yang memilih menjadi kata, bukan koin rolet. Apa yang kau tau tentang sepi? Tak usah berjudi. Biarkan sepi berbicara padamu, tahukah kau, ia berbicara dengan nada lain padaku. Maka, tak usah berandai, sayang.

pati, 31 januari 2011

jaga

Dan aku berharap kantuk itu datang, bukan dari dongengmu, bukan dari mantra, namun dari kesadaran waktunya malam berjaga untukku. Karena menunggu bukan keahlianku, ku undang malam bertandang ke kelopakku, dan malam menjawabku, katanya 'maaf, bertandang bukan keahlianku'

pati, 30 januari 2011

tarian paijo dan painem

paijo mencoba menanam padi, badai matahari

menghanguskan bernas padi yang baru mulai

berbulir, gosong, seperti roti hangus dipanggangan

hanya kali ini tak berasap



ah sepertinya matahari sedang belajar

menanam api, karena itu kita senantiasa

terbakar



painem sudah lama lupa caranya menanak nasi,

yang dipahaminya bagaimana menyulap api

menjadi sepiring nasi, karena itu dengan giat

dilatihnya tarian api yang menjilat jilat, bergelora,

menyulut dari ujung keliman ke keliman yang lain

hanya keahliannya tak membuat tangannya ikut

terbakar



paijo dan painem begitu fasih tentang api, panen

api, menuai api, menjaga api, menyebar api,

bergelut dengan api, bergumul dengan api,

menari di dalam api, semua demi api...



ada sirene meraung di kota, katanya

"paijo dan painem, terbakar hangus

tanpa asap, tanpa luka bakar"



pati, 29 januari 2011

ini surat ke sekian, paitua

paitua,
entah mengapa waktu gagal
mendewasakan rinduku
untuk tak sepi
untuk tak sunyi
untuk tak terbengkalai
barangkali karena dadaku sempit
oleh pengembaraan rinduku
(paitua, senja di sini selalu tertinggal dari senjamu)

pati, 29 januari 2011

adalah

Adalah siang yang mengajar, tentang terik dan hujan yang dikandungnya, dan arah pulang tempat angin berlabuh

Adalah siang, saudara tua bagi pagi, dan ibu bagi senja, mengajarmu arti legawa bagi keluh kesah yang senantiasa dialamatkan padanya

Adalah siang, untukmu dan aku, hidup

pati, 29 januari 2011

musykil

dimana mesti kucari kata kata musykil, agar keluar dari barisan kata yang kau patenkan sebagai hakmu?
entahlah, tidakkah kata kata bagai burung yang merdeka untuk hinggap dan bersarang di ranting puisi yang dipilihnya?
kata adalah telur, yang menetas dan bersikap sesuai induk yang membentuknya
jika hijau hinggap di rumputmu, biarkan esok dia tumbuh di rumputku
maknamu yang telah, dan maknaku yang esok, jalan yang bisa kita musykilkan untuk bersua
musykilkah?

pati, 28 januari 2011

kupikir

di depan jendela

dalam sekian menit yang berlalu ini

kupikir kucari angin

sedang jendela tertutup rapat

kupikir hendak kupandang bunga bunga

sedang diluar hanya pagar dan pekarangan yang baru kusapu

kupikir akan kunikmati senja saja

sedang waktu terkatung antara siang yang kadung dan

senja yang prematur

kau tahu, aku berpikir seakan baru kulakukan

'sedang apa aku disini?'

kupikir aku tahu

aku rindu kau



pati, 28 januari 2011