harmony

harmony

Jumat, 30 April 2010

selamanya


sinar yang memancar
lewat sebuah jendela
menyebarkan kehangatan
keindahan yang teresap
ketika kau menjadi musafir
di jalan gelap tak berujung

ah, akupun sedang menuju
jendela hatimu
kehangatan dan rumah bagiku

(selamanya, kau tempatku pulang)

pati, 30 april 2010

ya, kesunyian adalah cermin


dimanakah kau
aku mencari dalam pelosok pagi

ku pindai setiap tingkap sepi
bercermin dalam kesunyian
hanya untuk mendapati
kau
dalam seluruh relung jiwaku

ah kau,
di pintu manakah kau berdiri?

pati, 30 april 2010

lantana camara


mengingatmu,
benakku menari atas bayangan
rumput basah yang rebah dibawah pijakan
ranting patah berkulit terkelupas
lukisan lumut kerak di batang pohon
kabut berat menutup pandang
gemulai warna warni ponco dalam derai
dan semak itu kawan
semak yang selalu berhasil membuat kita tertawa
..lantana camara ..bukan?
dengan bunganya yang cantik
tak pernah satu warna
seperti si dia, katamu
yang selalu bersedih 'lantaran asmara'

mengingatmu,
benakku menari atas kemudaan
jiwa yang tak patah oleh jaman
dengan beribu asa dalam genggaman

mengingatmu,
sungguh

pati, 30 april 2010

Kamis, 29 April 2010

ini tentangku


jinkan aku diam dan berteduh
dalam kesunyian yang menyeluruh
bukan karena kau
hanya aku

kupilih
kesunyian dalam kesunyian
dan bukanlah
kesunyian dalam keramaian

(: hanya aku, sungguh)

pati, 29 april 2010

aku hanya bertanya, dimana kita taruh titian in


apa yang hendak kita jembatani?
sementara ngarai dan lembah begitu dalam
tak bertepi
apa yang coba kita hubungkan
jika tumpuan begitu bias
juntaian ujungnya putus asa mencari pijakan
apa yang hendak kita raih?

kau tau
kadang dalam ketakseimbangan
betapa berharganya
titian yang kau susun satu per satu

pati, 29 april 2010

maaf


pagi hampir menjemput belahan jiwanya
sang siang
aku..
entah mengapa hari ini
kupakai seluruh kegamanganku
bolehkah aku bersama pagi
sebentar lagi saja?

:
masih bersama malam kah kau
pagimu kupinjam sedikit lebih lama
aku mengajarinya menyapamu
maafkan aku...
pati, 29 april 2010

kau


gemerisik rerumputan ini
membuai meninabobokanku
kedamaian yang alam tawarkan
namun damai yang kuresapi adalah kau
keindahan yang tak pernah pupus
hadirmu meninggalkan bekas
yang menggerogoti jiwaku

tetaplah ada kumohon
selama aku ada

pati, 28 april 2010