harmony

harmony

Jumat, 23 Juli 2010

frase 9

seseorang sedang membungkus paginya, dan
menaruhnya dalam plastik kedap udara, ditaruhnya
ke dalamnya rindu yang menyelimutinya semalaman,
mimpi yang setengah mekar namun tak berbunga,
segumpal cahaya lampu kamar yang hampir redup,
segenggam embun yang berhasil diraup tangannya,
sepenakar bisikan lirih cerita sebelum tidur, potongan
bintang yang tersisa di langit kelamnya, dan gelap itu,
gelap yang membuatnya menggenggam erat erat cahaya
redupnya, dibisikkannya sepenuh hati "temani aku kembali
malam nanti, jangan pergi bersama siang, aku takut angin
akan membawamu ke jendela kamar yang lain"
ditaruhnya bungkusan itu di kaki pintu, sebab katanya
biar kau dekat dengan derit pintu yang menyuarakan
hadirku ditengah kekosongan

pati, 23 juli 2010

aku dan naluriku

ada jarak antara aku dan naluriku
karena kemarin kami tak saling bicara
ke'aku'an yang termasing masing
memintal kemungkinan dari sudut berbeda
kupikir, aku rindu kau
aku rindu yang berteriak tidak ketika ya
yang menjeritkan ya ketika tidak
jadi bagaimana
hendakkah kita bungkus hari ini?

pati, 23 juli 2010

bella belle la la li li

1,2,3,4,...
Bolak balik kuhitung tetap saja kamar ini berukuran 3x4, dan selalu gagal menampilkan wajah biribiri nan lucu yang punggungnya menggendong peri tidur, ada apakah gerangan? Apakah para peri juga sedang berdemo anti bom 3 kg yang membuat tidur tak nyenyak hingga pekerjaannya sebagai peri kantuk mulai terancam PHK?

1,2,3,4,...
Aku lupa menghitung, berapa kalikah sebuah kereta harus langsir sebelum berhenti? Karena sesuatu di hidungku tak berhenti langsir maju mundur dan membuat kepalaku bagai siap meledak, apakah harus ku PHK juga masinisnya?

1,2,3,4,...
Jarum jam itu tak mematuhi ketukanku, berdetak sendiri dalam iramanya,sepertinya aku harus memulai hitungan mundur, siapa tau peri kantuk itu kembali

Pati, 22 juli 2010

Kamis, 22 Juli 2010

di bawah langit juli

pada langit juli, yang tak pernah kuharuskan biru
kugantungkan beribu kaitan harap, luka kah kau?
dibawah langit juli, mereka menemukan perhentiannya
air di riamriam yang tak sampai sumur kering, hujan
di balik bukit yang hilang dari musim tersapu angin,
angin di ujungujung ranting dan ikal rambutmu
memandang langit juli, aku berpikir perhentianku
pada lengkungan langit juli,
maaf, kupahat satu kaitan lagi di tubuhmu
siapa bilang langit harus biru untuk dicintai?
aku mencintai langit juliku yang berkaitan penuh
dan tak terbaca warnanya

pati, 22 juli 2010

maaf, kepalang

maaf, akan kumakan jarak antara kita
hingga berdaun lebat dipikirku
berbatang rimbun di jiwaku
berakar pinak di hatiku
tapi antara kau dan aku
: tak kubiar berjeda !!

pati, 21 juli 2010

serumpun serunai 2

6
keinginan yang tak memuara
melahirkan sungaisungai yang tak kering
sarat gelora rindu berarus deras
menghantam batu dan menggerus tepiannya

7
duka yang senantiasa kau belenggu
kau tarikan dengan setia iramanya
hujanpun kehilangan rinai
yang mengendap di sudutsudut kelopakmu

8
jika arah menghilang dari angin dan matahari
mengapalah juga kita mengukir rindu
tidakkah kita berguru pada daundaun gugur
yang senantiasa tau jalan pulang

9
kepada pagi pengumpul mimpi
yang gesit menyongsong mentari di ketaksiapanku
tak bisakah sejenak saja membiarkanku
bergelung malam yang fasih membungkam resah

10
ujung pensilku patah pada titik
baris ke enam puisiku
pada sebuah nama yang enggan
menjelma sosok yang kudekap rindu

pati, 21 juli 2010

kucium amisnya badai

masakah aku harus mencumbu bayang?
tamparan angin serasa lebih nyata
dari jauh kucium amisnya badai
degubku berpusing riuh
bagai sepatu kelinciku yang terjebak di pengeringan
tak bisakah kugembosi saja angin
biarlah ia melibas inginku

Pati, 20 juli 2010