tibatiba saja hatiku bagai labu
menggembung antara penuh dan kosong
diamdiam berubah menjadi celengan
kalut memunguti jejakjejak tercecer
hari ke berapakah ini
sepertinya perjalanan belumlah jauh
lemak gandul masih menempel diujung lidah
dan aku masih mengamati duriduri bandeng yang hilang
dan detik jam selalu harus kita dekap
agar pohon jambu tertera di dalamnya
pagar biru
barisan pohon kapuk
ayunan bunga tebu
bahkan terik yang sigap menyambutku
dan padamu,...
senja di padang garam
kusemai benih hati labuku
pati, 20 agustus 2010
Jumat, 20 Agustus 2010
di cerita hujan kemarin
hujan baru saja reda
tanah becek masih menyimpan cerita
laronlaron yang tak pernah belajar
sibuk mencium bara lampu
satusatu sayap robek
satusatu jatuh mati
tiada keharusan kau menaruh haru
semua kembali ke aawal
hujan
tanah becek
laronlaron
lampulampu
mati
pati, 20 agustus 2010
tanah becek masih menyimpan cerita
laronlaron yang tak pernah belajar
sibuk mencium bara lampu
satusatu sayap robek
satusatu jatuh mati
tiada keharusan kau menaruh haru
semua kembali ke aawal
hujan
tanah becek
laronlaron
lampulampu
mati
pati, 20 agustus 2010
ketika kau berdiri di situ
aku membangun belantara dalam benakku
dengan demikian kau peduli
bukankah dibutuhkan waktu lebih lama, buatmu
mengeja aku
aku membangun kanalkanal dalam hatiku
kubuat gerbang indah jalan masukmu
dengan demikian kau pahami
tak ada jalan keluar, buatmu
menihilkan aku
maka hatimu akan menjadi mahkamah
yang menimbang langkahlangkah
mengurai labirinlabirin, buatmu
menemukan aku
pati, 19 agustus 2010
dengan demikian kau peduli
bukankah dibutuhkan waktu lebih lama, buatmu
mengeja aku
aku membangun kanalkanal dalam hatiku
kubuat gerbang indah jalan masukmu
dengan demikian kau pahami
tak ada jalan keluar, buatmu
menihilkan aku
maka hatimu akan menjadi mahkamah
yang menimbang langkahlangkah
mengurai labirinlabirin, buatmu
menemukan aku
pati, 19 agustus 2010
pati
maaf, aku harus pulang
memang bukan menujumu
di nadimu aku tersesat
namun pulang pada dekapan
yang mengaliri rongga dan nadiku
serupa senja menuju pelukan malam
pati, 19 agustus 2010
memang bukan menujumu
di nadimu aku tersesat
namun pulang pada dekapan
yang mengaliri rongga dan nadiku
serupa senja menuju pelukan malam
pati, 19 agustus 2010
yang melesat melebihi langkah
ada jarak yang kau tempuh
harapmu bahkan celahpun tak ada
lalu ketika kau berdiri di ambangnya
hendak apakah?
tergesa menyusuri jalan
harapmu hingga di titik penghujung
lalu ketika akhirnya sebuah persimpangan
hendak kemanakah?
mengapa hasrat bersayap elang
selalu membenturkan dirinya pada busur
berlari melesat di jalur bebas hambatan
selalu selaksa depa di muka langkah?
sepertinya...
karena pada bintang hasrat mematahari
pada bumi langkah ini terbenam surut
pati, 19 agustus 2010
harapmu bahkan celahpun tak ada
lalu ketika kau berdiri di ambangnya
hendak apakah?
tergesa menyusuri jalan
harapmu hingga di titik penghujung
lalu ketika akhirnya sebuah persimpangan
hendak kemanakah?
mengapa hasrat bersayap elang
selalu membenturkan dirinya pada busur
berlari melesat di jalur bebas hambatan
selalu selaksa depa di muka langkah?
sepertinya...
karena pada bintang hasrat mematahari
pada bumi langkah ini terbenam surut
pati, 19 agustus 2010
salah jalan
adakah taburan debu kata hinggap di terasmu?
maaf, biarkan saja di tempatnya
sesore nanti akan kukumpulkan kembali
atau bisakah kau tunjukkan saja arahnya
dia mampu mencari arah pulang
pati, 18 agustus 2010
maaf, biarkan saja di tempatnya
sesore nanti akan kukumpulkan kembali
atau bisakah kau tunjukkan saja arahnya
dia mampu mencari arah pulang
pati, 18 agustus 2010
lukisan
mencoba meraup bayang rupa garam
ketika hari mulai terasa hambar
harapan serupa merpati membumbung jatuh karam
ketakadilan dipertontonkan serupa gambar
arsirannya kurang menutup borok
warnanya kurang cerah untuk luka
beri bayangan pekat pada duka
tak bisakah kau pilih gradasi pada kecuranganmu?
ah, ternyata kanvas ini kurang lebar untuk melukiskan kepahitan
pati, 18 agustus 2010
ketika hari mulai terasa hambar
harapan serupa merpati membumbung jatuh karam
ketakadilan dipertontonkan serupa gambar
arsirannya kurang menutup borok
warnanya kurang cerah untuk luka
beri bayangan pekat pada duka
tak bisakah kau pilih gradasi pada kecuranganmu?
ah, ternyata kanvas ini kurang lebar untuk melukiskan kepahitan
pati, 18 agustus 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
