ada yang hilang kemarin
entah siapa
entah dimana
dan hari ini takkan sama
juga besok
karena hari ini
ada yang dijemputNya juga
pati, 14 oktober 2010
Senin, 29 November 2010
siwalan
sebutir siwalan jatuh menggelinding
tergilas ban truk yang tak peka
hancur
berantakan
sepertinya dia hanya salah
memilih waktu meninggalkan sarang
apakah jenuh itu sebabnya?
dulu anakku merengek
siang malam bertanya
'seperti apa siwalan?
bagaimana siwalan?'
kubilang, makan saja cengkaleng nak
atau kelapa muda
dia tetap menjerit ingin siwalan
yang berubah menjadi keramat
hari ini anakku tersenyum
ada siwalan di jalan mama
seperti cengkaleng
seperti kelapa
ah, siwalan yang tak keramat
jatuh di waktu dan tempat yang salah
apakah karena jenuh itu?
pati, 14 oktober 2010
tergilas ban truk yang tak peka
hancur
berantakan
sepertinya dia hanya salah
memilih waktu meninggalkan sarang
apakah jenuh itu sebabnya?
dulu anakku merengek
siang malam bertanya
'seperti apa siwalan?
bagaimana siwalan?'
kubilang, makan saja cengkaleng nak
atau kelapa muda
dia tetap menjerit ingin siwalan
yang berubah menjadi keramat
hari ini anakku tersenyum
ada siwalan di jalan mama
seperti cengkaleng
seperti kelapa
ah, siwalan yang tak keramat
jatuh di waktu dan tempat yang salah
apakah karena jenuh itu?
pati, 14 oktober 2010
remote
Senin
06.00
Alunan suara musik yang menenangkan mengalun lembut,
membangunkan dirinya. Disingkapnya selimut, dan diraihnya
sandal kamar. Diraihnya remote control dan dipilihnya menu "MORNING".
Seketika mulai didengarnya gemiricik air hangat di bath tubnya.
06.30
Ketika kakinya melangkah di ambang dapur tak berpintu, aroma
kopi yang pekat dan wangi memenuhi ruangan dapurnya yang tertata
serba modern. Dilihatnya istrinya tersenyum manis, duduk di salah satu
kursi makan itu. Sambil balas tersenyum, ditariknya sebuah kursi di hadapan
sang istri, dan mulai dinimatinya sarapan pagi itu : secangkir kopi dari mesin
pembuat kopi otomatis, sepotong roti bakar dari toaster yang juga telah
tersetel otomatis.
07.00
Diraihnya tas kantornya, sejenak dicermatinya kembali penampilannya
di cermin besar yang menghiasi salah satu dinding ruang tamu. Sang istri
berdiri dengan anggun di samping pintu depan,, senyum manis tersungging mesra.
Dikecupnya kening sang istri.
Selasa
06.00
Rutinitas hari Senin berlangsung
Rabu, Kamis
06.00
Rutinitas hari Selasa berlangsung
Jumat
07.00
Dengan langkah ringan, dia berjalan menuju mobilnya yang terparkir di jalan masuk
rumah megah itu. Sejenak ditolehkan kepalanya, memandang lembut sang istri yang
berdiri anggun dengan senyum tersungging di dekat pintu.
Diarahkannya remote control dan ditekannya tombol menu : OFF
Pada layar remote tertera tulisan :
Hologram mode off
Lalu dilihatnya bayangan 'istrinya' perlahan mengabur dan menghilang.
Lampu lampu padam.
Seluruh dengungan dan suara alat alat elektronik berhenti.
Mulai dijalankannya mesin mobil seraya berbisik 'sampai nanti'
dan remote control di tangannya mulai distel pada mode "NIGHT" : ON pada pulul 21.00
pati, 13 oktober 2010
(mohon jangan ragu ragu menuliskan kritik)
06.00
Alunan suara musik yang menenangkan mengalun lembut,
membangunkan dirinya. Disingkapnya selimut, dan diraihnya
sandal kamar. Diraihnya remote control dan dipilihnya menu "MORNING".
Seketika mulai didengarnya gemiricik air hangat di bath tubnya.
06.30
Ketika kakinya melangkah di ambang dapur tak berpintu, aroma
kopi yang pekat dan wangi memenuhi ruangan dapurnya yang tertata
serba modern. Dilihatnya istrinya tersenyum manis, duduk di salah satu
kursi makan itu. Sambil balas tersenyum, ditariknya sebuah kursi di hadapan
sang istri, dan mulai dinimatinya sarapan pagi itu : secangkir kopi dari mesin
pembuat kopi otomatis, sepotong roti bakar dari toaster yang juga telah
tersetel otomatis.
07.00
Diraihnya tas kantornya, sejenak dicermatinya kembali penampilannya
di cermin besar yang menghiasi salah satu dinding ruang tamu. Sang istri
berdiri dengan anggun di samping pintu depan,, senyum manis tersungging mesra.
Dikecupnya kening sang istri.
Selasa
06.00
Rutinitas hari Senin berlangsung
Rabu, Kamis
06.00
Rutinitas hari Selasa berlangsung
Jumat
07.00
Dengan langkah ringan, dia berjalan menuju mobilnya yang terparkir di jalan masuk
rumah megah itu. Sejenak ditolehkan kepalanya, memandang lembut sang istri yang
berdiri anggun dengan senyum tersungging di dekat pintu.
Diarahkannya remote control dan ditekannya tombol menu : OFF
Pada layar remote tertera tulisan :
Hologram mode off
Lalu dilihatnya bayangan 'istrinya' perlahan mengabur dan menghilang.
Lampu lampu padam.
Seluruh dengungan dan suara alat alat elektronik berhenti.
Mulai dijalankannya mesin mobil seraya berbisik 'sampai nanti'
dan remote control di tangannya mulai distel pada mode "NIGHT" : ON pada pulul 21.00
pati, 13 oktober 2010
(mohon jangan ragu ragu menuliskan kritik)
mie
sudahkah kubilang selamat pagi?
pesan itu sudah kubaca
'jangan makan mie instan
selama ada nasi goreng'
apakah amang itu masih jualan di persimpangan?
semalam aku bermimpi
melihat malam bersamamu dan segelas bandrek
aroma kayu manis menyengat
pedas yang menggigit
kucari wangi itu pagi ini
yang tersisa hanyalah pedas itu
kupikir, sebaiknya kukoyak sunyi ini
tolong lihat di layar hapemu
'tulalit sayang, aku belum buat nasi
bisa kau kirim mie instannya?'
pati, 13 oktober 2010
pesan itu sudah kubaca
'jangan makan mie instan
selama ada nasi goreng'
apakah amang itu masih jualan di persimpangan?
semalam aku bermimpi
melihat malam bersamamu dan segelas bandrek
aroma kayu manis menyengat
pedas yang menggigit
kucari wangi itu pagi ini
yang tersisa hanyalah pedas itu
kupikir, sebaiknya kukoyak sunyi ini
tolong lihat di layar hapemu
'tulalit sayang, aku belum buat nasi
bisa kau kirim mie instannya?'
pati, 13 oktober 2010
kartu posmu, paitua
paitua,
kartu pos ini tak jengah; tak sedikitpun mengeluh
meski dengan sangat kupelototi ia, mencari makna
tentang toba yang temaram di ambang malam
tak terlihat hujan, atau kabut yang sering kita
ributkan, hanya air gelap memantulkan siluet
wajah bulan yang terbalik
dan bulan itupun begitu tabah, tak peduli
keriak keriuk tampak mukanya, tak ada protes
tak ada sedu dan keluh
justru aku yang entah harus berbicara apa,
kehilangan kata dalam sunyi itu
pati, 11 oktober 2010
kartu pos ini tak jengah; tak sedikitpun mengeluh
meski dengan sangat kupelototi ia, mencari makna
tentang toba yang temaram di ambang malam
tak terlihat hujan, atau kabut yang sering kita
ributkan, hanya air gelap memantulkan siluet
wajah bulan yang terbalik
dan bulan itupun begitu tabah, tak peduli
keriak keriuk tampak mukanya, tak ada protes
tak ada sedu dan keluh
justru aku yang entah harus berbicara apa,
kehilangan kata dalam sunyi itu
pati, 11 oktober 2010
siklus air
dan terus
dan terus
dan terus
tetesan hujan tercurah
bagai seseorang yang membagi rata mainannya
satu untukku
satu untukmu
satu untukku
satu untukmu
dan langit yang kehilangan isi rahimnya
berseru murka pada mentari
'kembalikan apa yang pernah kukandung'
selayaknya lelaki dengan penuh cinta ditaburnya kembali benih
dipenuhinya rahim langit dengan bakal bakal hujan
dan waktu membuat langit menceraikan kembali apa yang telah ditanam matahari
---cerita buatmu nduk---
pati, 11 oktober 2010
dan terus
dan terus
tetesan hujan tercurah
bagai seseorang yang membagi rata mainannya
satu untukku
satu untukmu
satu untukku
satu untukmu
dan langit yang kehilangan isi rahimnya
berseru murka pada mentari
'kembalikan apa yang pernah kukandung'
selayaknya lelaki dengan penuh cinta ditaburnya kembali benih
dipenuhinya rahim langit dengan bakal bakal hujan
dan waktu membuat langit menceraikan kembali apa yang telah ditanam matahari
---cerita buatmu nduk---
pati, 11 oktober 2010
gigil
Bunga tebu itu menggigil tak mengerti, ketika wajah wajah dingin membabat lengan tebu yang menopangnya, membuatnya rebah, hancur, terinjak. Mereka merenggut lengan lengan yang menopangnya selama ini dan membawanya pergi jauh.
Hujan, yang dulu sangat dipuja, berubah menjadi ribuah panah, menikam, meluruhkan kelopak bulunya satu satu yang berkeriap di aliran tanah becek, berpendar diam.
pati, 11 oktober 2010
Hujan, yang dulu sangat dipuja, berubah menjadi ribuah panah, menikam, meluruhkan kelopak bulunya satu satu yang berkeriap di aliran tanah becek, berpendar diam.
pati, 11 oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)

